Senin, 07 Juli 2014

Organisasi Pergerakan Nasional Pada Masa Radikal

6 komentar
A. Perhimpunan Indonesia
        Organisasi pergerakan Perhimpunan Indonesia semula bernama  Indische Vereeniging. Organisasi tersebut didirikan oleh para mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda, antara lain :
Ø  Sultan Kasayangan
Ø  Husein Jayadiningrat
Ø  R.N. Noto Soeroto , pada tahun 1908.

Pada tahun 1922 namanya di ubah menjadi Indonesische Vereeniging. Pada tahun
1924 namanya di ubah lagi menjadi Perhimpunan Indonesia,
yang di pimpin oleh :
Ø  R. Iwa Kusumasumantri
Ø  I.B Sitanala
Ø  Moh.Hatta

Tujuan Perhimpunan Indonesia adalah mencapai kemerdekaan penuh bagi  Indonesia.

Kegiatan Internasional yang dilakukan Perhimpunan Indonesia , antara lain :
Ø  Mengikuti Kongres Liga Penentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial di
        Paris
Ø  Menjadi anggota Kongres Liga Demokrasi Internasional
Ø  Mengikuti kongres Wanita Internasional

B. Partai Komunis Indonesia (PKI)

          Pada tahun 1914 berdiri organisasi di Semarang berpaham komunis yang dinamakan Indische Social Demokratische Vereeniging (ISDV). Pada bulan Desember 1920 ISDV diubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI dipimpin oleh Semaun dan Darsono sebagai wakil ketua. Pada tanggal 18 September 1948 PKI melakukan pemberontakan di Madiun. Akan tetapi, pemberontakan
yang dilakukan oleh PKI tersebut dapat ditumpas oleh pasukan TNI.

c. Partai Nasional indonesia (PNI)

       Partai nasional Indonesia didirikan di Bandung pada tahun 1927 yang di pimpin oleh Ir. Soekarno. Tujuan PNI adalah mencapai Indonesia merdeka atas usaha sendiri. Dasar perjuangannya adalah marhaenisme. Program perjuangan PNI meliputi bidang politik, ekonomi, dan sosial. Pergerakan PNI cepat berkembang di kalangan masyarakat.
Faktor-faktor yang mendorong PNI cepat berkembang antara lain :
  1. Tidak adanya partai masa
  2. Partai Komunis sebagai partai masa telah di larang oleh pemerintah Belanda.
  3. Sifat PNI yang nonkooperatif
  4. Propragandanya yang menarik.
          Pemerintah Hindia Belanda merasa kawatir dengan perkembangan PNI maka pada tahun 1929 PNI di larang melakukan aktivitasnya dan para pemimpinnya di tangkap Belanda, yaitu :
Ø  Ir. Soekarno
Ø  Gatot Mangkuprojo
Ø  Maskun
Ø  Supriadinata


Penangkapan tersebut di lakukan karena Belanda mendengar bahwa para pemimpin PNI akan melakukan pemberontakan terhadap belanda 

Surat Permintaan Penawaran, Penawaran, dan Pemesanan Barang

0 komentar

PT FAITH
PERCETAKAN BUKU, MAJALAH & TABLOIT
Jalan P. Sudirman No. 31 RT.7/8, Kec. Pati, Kab. Pati
Jawa Tengah Post 12435 Telp.(0295)214352

 


Nomor :           23/MS/2014                                                                18 Februari 2014
Hal      :           Penawaran      

Yth. Manager General Affair
PT  Yedija
Jalan Kasih 7
Pati

Dengan hormat,

Melalui surat ini, perkenankanlah kami memperkenalkan perusahaan kami kepada Bapak. Perusahaan kami bernama PT FAITH yang bergerak di bidang percetakan buku.

Menurut informasi yang kami peroleh, PT  Yedija adalah perusahaan pendistribusian buku yang berkembang pesat dan akan membuka lagi beberapa kantor di Pati. Sehubungan dengan hal itu, perkenankanlah kami menawarkan buku produk kami. 

Jika perusahaan Bapak membutuhkan layanan kami, maka cukup menghubungi kami melalui nomor telepon (0295)214352 dan kami akan mengantarkan barangnya langsung ke lokasi. Selanjutnya kami akan mengirimkan invoice setiap akhir bulan untuk transaksi-transaksi yang terjadi pada bulan yang bersesuaian. Kami akan memberikan diskon khusus jika akumulasi pembelian dalam satu bulan lebih dari Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah).

Kami berharap agar penawaran ini dapat dilanjutkan ke dalam suatu bentuk kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak. Apabila Bapak berminat, kami siap melakukan presentasi dan membicarakan lebih lanjut.

Demikian surat penawaran ini kami sampaikan, atas perhatian Bapak kami sampaikan terima kasih.

        Hormat kami,
   Manager Marketing
       PT FAITH

       
      
       Budi Prasetia






PT FAITH
PERCETAKAN BUKU, MAJALAH & TABLOIT
Jalan P. Sudirman No. 31 RT.7/8, Kec. Pati, Kab. Pati
Jawa Tengah Post 12435 Telp.(0295)214352

 


Nomor : 01/III.MS/2014                                                                                 18 Februari 2014
Hal      : Permintaan Penawaran

Yth. Manager General Affair
PT  Yedija
Jalan Kasih 7
Pati

Dengan hormat,

            Berdasarkan informasi yang kami terima dari rekan kami, PT  Bintang Daud (CIP: Bapak Henokh) bahwa PT  Yedija menyediakan berbagai macam laptop terbaru dengan berbagai keunggulan.
            Kami dari PT FAITH yang bergerak di bidang percetakan ingin mengajukan permohonan penawaran produk kepada perusahaan Saudara.
            Di samping itu, kami mohon untuk dikirimkan famflet, informasi cara pengiriman, prosedur pembayaran, katalog dan brosur barang tersebut. Seandainya kami ingin membeli dengan jumlah yang banyak apakah diberikan harga khusus?
            Demikian surat permintaan penawaran yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih.

       Hormat kami,
   Manager Marketing
         PT FAITH


    
       Budi Prasetia






PT FAITH
PERCETAKAN BUKU, MAJALAH & TABLOIT
Jalan P. Sudirman No. 31 RT.7/8, Kec. Pati, Kab. Pati
Jawa Tengah Post 12435 Telp.(0295)214352

 


Nomor : 01/III.MS/2014                                                                                 18 Februari 2014
Hal      : Pemesanan Barang

Yth. PT  Yedija
Jalan Kasih 7
Pati

Dengan hormat,
            Berdasarkan surat penawaran yang diberikan pada perusahaan kami, dengan ini kami  bermaksud memesan barang kepada perusahaan Anda, dengan spesifikasi dan harga sesuai dengan yang anda tawarkan kepada kami.

            Berikut ini adalah daftar barang-barang yang akan kami pesan:
1.      Dua unit alat cetak tabloit             : Rp 4.000.000,00
2.      Lima liter tinta kualitas I               : Rp 1.000.000,00

Kami berharap barang-barang yang kami pesan dapat tiba di gudang kami satu minggu setelah pembayaran. Uang pembayaran akan kami transfer ke rekening yang telah tertera dalam surat penawaran Anda.

Demikian surat pemesanan ini kami buat, atas perhatian dan kerja sama Anda, kami ucapkan terima kasih.


       Hormat kami,
   Manajer Pengadaan
       PT FAITH


     Budi Prasetia

Kamis, 30 Januari 2014

Biografi Raden Ajeng Kartini

0 komentar
Biografi R.A Kartini

 

       Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, lahir pada tanggal 21 April 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.
Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
      Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie.
Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum.
Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). 
      Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
     Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.
      Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini


***

Basa Jawa : Dumadine Kabupaten Pekalongan

2 komentar
Dumadine Kabupaten Pekalongan

Pekalongan iku sawijining kutha ing tlatah Propinsi Jawa Tengah kang kaloka kanthi sebutan kutha bathik. Miturut gotheking wong akeh, Kutha Pekalongan kang mapan ing jalur Pantura (pantai utara Jawa) iku dhisike mujudake alas, jenenge alas Gambiran.
Nalika semana, alas Gambiran iku mujudake alas gung liwang-liwung kang gawat keliwat-liwat. Janma mara padha karo soroh nyawa, dadi ora ana manungsa kang wani ngambah alas kono. Banjur piye larah-larahe alas Gambiran iku bisa salin jeneng dadi Pekalongan?
Duk nalika semana, Sultan Agung Hanyakrakusuma, ratu ing Mataram, kagungan sedya babat wana Gambiran kang samengko bakal didadekake papan perdikan. Sakliyane minangka papan perdikan, ing papan kang bakal dibabat uga bakal dibangun lumbung-lumbung pangan kanggo pasedhiyan pangan utawa logistik tumrap wadyabala Mataram kang nedya nggempur Kompeni Walanda ing Batavia.

Kanggo ngujudi gegayuhane kang luhur mau, Kangjeng Sultan nuli dhawuh marang Raden Bahu supaya ngerigake prajurit Mataram saprelu enggal miwiti babat alas Gambiran. Nadyan abota dikaya ngapa, suthik tumrape Raden Bahu nampik dhawuh saka ratu gustine. Apa maneh kabeh mau kanggo nglekasi gegayuhane Kangjeng Sultan sing pancen luhur kuwi.
“Terang trewaca dhawuh Paduka Kangjeng Sultan, wekdal samenika ugi abdi Paduka pun Bahu kepareng nyuwun pamit hangayahi gati,” ature Raden Bahu marang Sultan Agung Hanyakrakusuma karo nyembah duk rikala nampa dhawuh babat alas nalika semana.

Tekan alas Gambiran, Raden Bahu banjur prentah marang para prajurit supaya enggal miwiti mbabat alas. Negor kekayon kang gedhe-gedhe. Nanging lagi nengahi anggone nyambut gawe, para prajurit akeh sing padha ambruk semaput. Saperangan liyane sambat ngaru ara nekem sirahe. Ganti dina saya mbilaheni, awit akeh prajurit Mataram kang esuk lara sore tumekeng sirna. Sore lara esuk hangemasi. Yen kedadeyan kuwi mung dijarke, bisa mahanani curese bala saka Mataram.
Ngerti kahanan kaya mangkono, Raden Bahu banjur tumandang. Dheweke ora kepengin meruhi wadyabalane siji mbaka siji tiwas tanpa sebab sing jelas. Mula kabeh pendhereke didhawuhi mulih menyang Mataram.
“Para prajurit, kowe kabeh dakkeparengake mulih menyang Mataram, matura ana ngersane Kangjeng Sultan sakabehing lelakon kang padha mbokalami ana alas Gambiran kene. Dene jejibahan mbabat alas Gambiran iki sawutuhe dadi tanggung jawabku,” prentahe Raden Bahu marang para prajurit pendherek.
Kang dinawuhan banjur padha saweka, sesiyap dhiri nuli bali mring Mataram. Sabaline prajurit Mataram kang ndherekake, Raden Bahu banjur amangun tapa meminta sih nugrahaning Gusti Kang Murbeng Dumadi. Anggone tapa beda karo umume wong kang amangun tapa. Raden Bahu banjur menek ing panging kekayon nuli miwiti lekase, anggone tapa kanthi patrap jebles kaya kalong.
Anggone amangun tapa satemah nuwuhake daya pangaribawa kang ngedap-edapi. Bangsa alus kang rumeksa alas Gambiran rumangsa kepanasen, padha sambat pating bilulung merga kelaran saka kena pangaribawa kang mijil saka anggane Raden Bahu. Mula ora mokal menawa kahanan iki mahanani muringe ratuning bangsa alus.


Ratuning jin siluman iku banjur mrentahake andhahane nggoleki sumbere hawa panas kasebut. Sawise ketemu ratuning jin siluman mau banjur prentah supaya njugarake kang lagi tapa kanthi srana ngrajab gegaman kareben enggal cepet tumekaning pati.
“He kabeh siluman, jin, peri brekasakan, hiya manungsa murang tata iki kang nyebabake swasana alas Gambiran dadi panas. Mula aja wedi kangelan, ranjapen gegaman,” prentahe Ratu Siluman marang andhanane sawise nemokake papane Raden Bahu mertapa.
Nanging sanajan gegaman lan maneka werna cara ditempuh, parandene Raden Bahu anggone mertapa ora mobah ora mosik. Kepara malah saya nggedhekake rasa panembah lan penyuwunane marang Gusti Kang Akarya Loka. Jin setan brekasakan kang nedya njugarake anggone tapa malah sansaya anggone ngrasakake panas, padha sambat ngaruara njaluk tulung, pating bilulung ora karuwan.
“Cukup kabeh siluman, aja kok terus-terusake anggonmu njugarake sing lagi tapa. Becik saiki ayo padha nungkul marang wong iki,” bengoke Ratu Siluman kang banjur diturut para andhahane.
Raden Bahu lagi gelem wudhar saka anggone tapa, banjur nyedhaki Raja Siluman alas Gambiran sing isih keweden kuwi.
“Yen kowe kabeh ngakoni kalah. Saiki padha takjaluk gawemu,” kandhane Raden Bahu kebak prebawa.
“Aja mbok alangi anggonku arep mbabat alas Gambiran iki, malah kepara padha rewangana. Kowe kabeh aja padha sumelang yen mengko ora duwe papan dhangka. Kowe kabeh bisa urip sesandhingan kalawan kawula Mataram sauger ora ganggu gawe. Nanging yen ganggu gawe bisa aja takon dosa, klakon takkirim menyang akerat. Piye? Kowe kabeh saguh apa ora?” pitakone Raden Bahu marang ratuning siluman alas Gambiran.
“Nun inggih kula sagah,” wangsulane Ratu Siluman alas Gambiran keweden.
“Yen wis saguh temenan, kerigna kabeh andhahanmu kanggo miwiti babat alas Gambiran iki! Dak jaluk kanthi banget, suk tumapaking wulan purnama sing bakal teka, kabeh pakaryan iki bisa rampung,” dhawuhe Raden Bahu marang ratuning siluman alas Gambiran.
Ratuning siluman iku banjur ngerigake andhahane saprelu wiwit mbabat alas Gambiran. Sawise alas Gambiran wis dibabati, wiwit ana siji loro kawula kang bebadra ana kono. Suwening suwe kahanan alas Gambiran malih dadi saya reja krana kang padha bebadra uga saya nyrambah akeh. Dening Raden Bahu papan bebadran alas Gambiran iku mau banjur dijenengake Pekalongan, krana ngelingi anggone bebadra biyen merga disranani kanthi tapa ngalong.

Biologi: Mengenai Virus Dengue

0 komentar
VIRUS DENGUE


            Virus Dengue adalah virus penyebab demam berdarah, dari famili Flaviridae dan genus Flavivirus, yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Virus ini berbentuk bulat. Genom Virus Dengue berupa RNA (Ribonucleic Acid) untai tunggal berukuran kurang lebih 10,7 kilo basa (kb). Virus Dengue ada empat jenis, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4, yang semuanya dapat menyebabkan penyakit demam berdarah. Diantara keempat virus ini, DEN-3 lah yang paling sering menyerang penduduk Indonesia. Virus dengue adalah virus yang akan mati dengan sendirinya di dalam tubuh manusia setelah tujuh hari.
            Seperti halnya dengan virus lainnya, virus dengue mempunyai keragaman genetik yang disebabkan oleh laju mutasi yang tergolong cepat, seperti tampak pada adanya kelompok-kelompok virus yang mempunyai kemiripan genetik dalam satu serotipe, yang lazim disebut sebagai “genotipe”. Masing-masing serotipe virus dengue mempunyai beberapa genotipe, misalnya Genotipe I-IV pada DEN-1, Genotipe Cosmopolitan dan Asian pada DEN-2 dan sebagainya. Terdapat paling tidak dua aspek yang berhubungan dengan keragaman genetik/genotipe virus dengue. Pertama adalah bahwa genotipe tertentu mempunyai penyebaran geografis yang khas dan hanya dtemukan di daerah tertentu di dunia, misalnya genotipe III dari DEN-1 yang tersebar di Amerika, India, dan Asia Tenggara, sedangkan genotipe I DEN-1 hanya terbatas di Asia Tenggara. Aspek kedua adalah bahwa genotipe virus dengue bisa jadi berhubungan dengan keganasan penyakit, misalnya genotipe American dari DEN-2 diketahui menyebabkan derajat keparahan yang lebih rendah daripada genotipe Asian dari DEN-2
            Virus Dengue hidup di daerah beriklim tropis dengan suhu lembab. Virus Dengue sendiri tidak menjadikan nyamuk sebagai inang, melainkan sebagai perantara semata. Dengan kata lain, nyamuk menularkan Virus Dengue dari manusia satu ke manusia lainnya. Virus Dengue bisa hidup selama 8 hingga 10 hari di dalam tubuh nyamuk, hingga akhirnya menemukan manusia yang sehat untuk dijadikan inang.
            Virus Dengue menyerang sel, kemungkinan sel trombosit, sel darah yang mencegah pembekuan darah.  Virus menyebabkan umur trombosit menjadi pendek, selain itu juga menekan produksi trombosit yang ada di sumsum tulang, sehingga jumlah trombosit yang seharusnya 150 ribu & 500 ribu ml menjadi berkurang. Penurunan jumlah trombosit ini biasa terjadi pada hari keempat atau kelima sejak terinfeksi.
Infeksi virus dengue dapat bermanifestasi pada beberapa luaran, meliputi demam biasa, demam berdarah (klasik), demam berdarah dengue (hemoragik), dan sindrom syok dengue.
Demam berdarah (klasik)
Demam berdarah menunjukkan gejala yang umumnya berbeda-beda tergantung usia pasien. Gejala yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak adalah demam dan munculnya ruam. Sedangkan pada pasien usia remaja dan dewasa, gejala yang tampak adalah demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri pada sendi dan tulang, mual dan muntah, serta munculnya ruam pada kulit
Demam berdarah dengue (hemoragik)
Pasien yang menderita demam berdarah dengue (DBD) biasanya menunjukkan gejala seperti penderita demam berdarah klasik ditambah dengan empat gejala utama, yaitu demam tinggi, fenomena hemoragik atau pendarahan hebat, yang seringkali diikuti oleh pembesaran hati dan kegagalan sistem sirkulasi darah. Adanya kerusakan pembuluh darah, pembuluh limfa, pendarahan di bawah kulit yang membuat munculnya memar kebiruan, trombositopenia dan peningkatan jumlah sel darah merah juga sering ditemukan pada pasien DBD
Sindrom Syok Dengue
Sindrom syok adalah tingkat infeksi virus dengue yang terparah, di mana pasien akan mengalami sebagian besar atau seluruh gejala yang terjadi pada penderita demam berdarah klasik dan demam berdarah dengue disertai dengan kebocoran cairan di luar pembuluh darah, pendarahan parah, dan syok (mengakibatkan tekanan darah sangat rendah), biasanya setelah 2-7 hari demam. Tubuh yang dingin, sulit tidur, dan sakit di bagian perut adalah tanda-tanda awal yang umum sebelum terjadinya syok. Sindrom syok terjadi biasanya pada anak-anak (kadangkala terjadi pada orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue untuk kedua kalinya.

            Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan mengendalikan vektor nyamuk, antara lain dengan menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah, dan perbaikan desain rumah. Sampai saat ini belum ada obat spesifik bagi penderita demam berdarah. Banyak orang yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu. Tindakan pengobatan yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah, konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak istirahat.

Minggu, 01 September 2013

Rangkuman Buku Pengetahuan Populer : Cara dan Upaya Budidaya Terung

2 komentar

Judul Buku: Cara dan Upaya Budidaya Terung
Pengarang: Eriyandi Budiman
Penerbit: CV. Wahana Iptek Bandung
Tahun Terbit: 2008
Rangkuman:

BAB 1 “LEBIH JAUH DENGAN TANAMAN TERUNG”

A. Awal Mula Tanaman Terung
            Dari catatan sejarah, daerah/negara yang diduga sebagai asal tanaman terung terletak di Asia, yakni India dan Birma. Menurut penelitian, sejak ratusan tahun lalu, terung mulanya hanya tumbuh liar. Namun kemudian setelah diketahui enak dan banyak manfaatnya, terung kemudian mulai dibudidayakan di daerah tersebut. Jadi hakikatnya, tanaman terung merupakan tanaman asli daerah tropis. Namun kini terung sudah dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia, maupun daerah-daerah lain di berbagai belahan dunia.
B. Klasifikasi Tanaman Terung
            Dalam ilmu Botani (tumbuhan), tanaman buah terung diklasifikasikan kedalam:
Divisi: Spermatophyta (tanaman berbiji)
SubDivisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Ordo (bangsa): Tubiflorae
Famili (suku): Solanacae
Genus (marga): Solanum
Spesies (jenis): Solanum melongena L
C. Deskripsi dan Morfologi Tanaman Terung
            Tanaman terung termasuk tanaman sayuran buah berumur pendek (semusim), yang berbentuk semak perdu (herba). Tumbuhnya pendek dengan tinggi sekitar 50-150 cm atau lebih, tergantung varietasnya. Secara morfologi, organ-organ penting tanaman terung mencakup:
(1). Akar
Tanaman ini tunggang dan berakar serabut.
(2). Batang
Tanaman terung mempunyai batang pendek berbentuk persegi bulat dan agak lengkung namun kuat, yang terdapat pada bagian yang berada di luar tanah.
(3). Daun
Daun tanaman terung berbentuk bulat atau bulat panjang (lonjong), dengan ujung yang meruncing, dan pangkal daun menyempit, sedangkan bagian tengahnya melebar.
(4). Bunga
Ukuran bunganya kecil, dengan diameter 2-3 cm, berbentuk rotatus (bintang). Bunga terung berkelamin ganda.
(5). Buah
Warna kulit, ukuran, dan bentuk buah terung sangat beragam. Buah terung merupakan buah sejati tunggal, yang terdiri dari kulit buah,daging buah, dan biji.
D. Varietas Terung
Jumlah varietas terung cukup banyak. Selain varietas lokal, juga terdapat varietas dari manca negara, yang kemudian dibudidayakan secara hibrida (persilangan). Beberapa vrietasnya tersebut diantaranya adalah:
(1). Mustang
Ciri-ciri: pertumbuhan tanaman cepat, kuat, seragam, berbuah lebat, tahan panas, dan dapat ditanam semusim, dengan umur panen sedang sesudah pindah tanam. Bentuk tanaman tegak, buahnya berkulit halus ungu merah mengkilap dan enak rasanya.
(2). Naga Ungu
Ciri-ciri: tanaman cukup besar, tegap, bentuknya rimbun, tangai daun berwarna hijau tua, batangnya tinggi dan lebar, daun bundar menguncup dan lebar. Buahnya berkulit halus berwarna ungu dan enak rasanya.
(3). Bulat Ungu
Ciri-ciri: pertumbuhan tanaman cepat, kuat, seragam, berbuah lebat, tahan panas, dapat tumbuh lebih baik dibawah kondisi cuaca panas. Bentuk buahnya bulat, dan kulit buah halus berwarna ungu.
(4). Echo
Ciri-ciri: tanaman cukup besar, bentuknya rimbun, tangkai daun berwarna hijau tua, batangnya tinggi dan lebar, daun bundar menguncup dan lebar, berwarna hijau muda, dengan permukaan daun dan tepi daun berbulu. Buahnya enak dan berwarna ungu terang.
(5). Varietas Lain
Beberapa varietas lokal diantaranya ialah varietas Ngipik Sari, varietas Sapi Ciparay, varietas Putih Cilacap, dan masih banyak lagi.
Selain varietas yang berasal dari Indonesia itu juga ada banyak varietas luar negeri seperti Fond May, Slim Purple, dan Pingtung Long yang berasal dari Taiwan. Ada juga dari Jepang, diantaranya vaerietas Black Dragon, Black King, dan Shoya Long. Selain beberapa varietas tersebut, ada pula terung yang sangat berbeda, namanya Terung Belanda (Cyphomandra betacea). Aslinya dari Peru, Amerika latin.
E. Manfaat dan Kegunaan Terung
Sebagai bahan makanan sayuran ,terung mempunyai manfaat dan kegunaan yang banyak. Konsumsi utama terhadap terung adalah buahnya yang masih muda (cukup umur). Buah terung dapat digunakan sebagai pelengkap bersama ayam goreng, bebek goreng, pecel lele plus sambal terasi atau sambal jenis lainnya. Selain itu,terung dapat pula digunakan sebagai bahan untuk terapi (pengobatan) bagi beragam penyakit. Misalnya, untuk penyakit wasir, pengobatan perut, membersihkan darah, menurunkan gula darah, memperbaiki dan memperlancar pencernaan. Bahkan Terung Belanda dapat menjadi obat cuci perut, menghilangkan gatal-gatal, juga berguna sebagai bahan kosmetik alami.
BAB 2 “SYARAT PERTUMBUHAN TANAMAN TERUNG”
A. Iklim
(1) Suhu Udara
Suhu udara 20oC – 32oC (0-1200 m dpl), merupakan suhu yang cocok untuk tanaman terung
(2) Kelembaban Udara
Pertumbuhan tanaman terung dapat berjalan baik pada kelembaban udara 80% - 90%
(3) Angin
Angin juga berperan dalam pertumbuhan terung, yaitu dengan cara membantu pengenaan serbuk sari dan putik, hingga menghasilkan pembuahan.
(4). Curah Hujan
Ketersediaan air tanah yang cukup, mempunyai manfaat dominan dalam pertumbuhan terung. Tanaman terung juga dapat ditanam sepanjang tahun dengan curah hujan yang sesuai yaitu 1000-1.200 mm/tahun.
B. Keadaan tanah
(1). Sifat Fisika Tanah
Tanah yang mudah mengikat air, gembur, atau kedalaman tanah yang cukup, merupakan sifat fisik tanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman terung.
(2). Sifat Kimia Tanah
Tanah yang memiliki derajat keasaman (pH tanah) 6,8-7,3 adalah kondisi kimia tanah yang cocok untuk terung.
(3). Sifat Biologis Tanah
Pertumbuhan tanaman akan meningkat, bila unsure biologis tanahnya baik, yaitu tanah yang mengandung banyak jasad renik, serta mengandung humus dan bermacam-macam unsure hara.
BAB III “BUDIDAYA TERUNG”
A. Cara Memperoleh Bibit
Pengadaan benih/bibit tanaman dapat diperoleh dengan mengajukan bibit bantuan pemerintah atau murni swadaya petani. Namun dapat pula dilakukan sendiri atau membeli yang sudah siap tanam. Membeli bibit juga harus dari orang/tempat yang sudah dipercaya untuk terhindar dari penipuan.
B. Penentuan Saat Tanam
Waktu yang dianggap tepat untuk menanam terung adalah pada bulan Maret-April, yakni pada saa penghujung musim hujan.
C. Penyiapan Lahan
(1). Persiapan Lahan Persemaian
Syaratnya: tempat persemaian harus mempuanyai tanah yang gembur, subur, dan dapat menahan air dengan baik; bersih dari rumputan, sisa-sisa tanaman terdahulu, dan batu-batu kerikil; dekat sumber air yang sehat dan bersih, serta airnya cukup berlimpah; bebas dari banjir dan genangan air; tidak jauh dengan area penanam (kebun produksi); serta mendapatkan penyinaran cahaya matahari yang cukup. Persiapan tanah persemaian biasanya 15 hari, dan pada umur 21-30 hari bibit tanaman terung dapat dipindah tanam.
(2). Penyiapan Lahan Untuk Penanaman Bibit
Pengolahan tanah dilakukan selang 27 hari setelah mempersiapkan lahan persemaian. Karena penanaman bibit semai baru dapat ditanam setelah 26 hari, sedangkan usia bibit pindah tanam 26-30 hari setelah semai.
Pengolahan tanah dilakukan dalam tiga tahap. Pertama tanah dibajak dengan traktor atau alat bajak yang ditarik sapi atau kerbau sedalam 40 cm. Seminggu kemudian tanah dicangkul tipis-tipis agar gembur, remah, lalu diratakan. Tahap ke dua, menyisir tanah untuk memecah tanah hasil bajakan sebelumnya. Tanah dicangkul tipis-tipis dan diratakan lalu biarkan 1 minggu untuk dianginkan. Tahap ke tiga digemburkan lagi dengan cangkul tipis-tipis sedalam 30 cm, sekaligus dibuat parit berukuran 40 cm dan bedeng. Agar sinar matahari diserap merata, bedengan dibuat membujur timur ke barat, dengan lebar 100-120 cm sesuai varietas yang ditanam. Setelah bedengan dan parit dibuat, biarkan 1 minggu agar ada reaksi dari pemupukan yang telah dilakukan.Tahap pengapuran tanah dilakukan pada tahap pengolahan tanah ke dua atau ke tiga atau dua minggu sebelum tanam. Pengapuran dilakukan dengan menebarkan kapur jenis kapur tembok, kapur sirih, atau kapur karbonat menyebarkannya secara rata pada permukaan tanah, lalu dicangkul tipis-tipis sampai tercampur rata dengan tanah.
Pemupukan dasar dapat dilakukan dengan pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau yang telah matang, dengan dosis 15-20 ton/ha. Sterilisasi tanah juga diperlukan, yaitu untuk menekan sekecil mungkin serangan hama dan penyakit terung.
(3). Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak
Cara pemasangan dilakukan setelah dibuat bedengan dan diberi bubuk, yaitu dengan cara mengairi dulu bedengan tersebut sampai basahnya cukup. Kemudian bedengan dirapikan, lalu bedengan ditutup plastik dengan yang berwarna hitam menghadap ke bawah, dan warna perak menghadap ke atas.
D. Pembibitan
Tanaman terung berkembangbiak melalui biji. Agar benih (biji) tumbuh baik, perlu disemaikan dahulu pada media semai, walau dapat pula ditanam langsung di kebun. Sebelum disemai, benih sebaiknya diseleksi. Pilihlah biji yang utuh, sehat, bersih, bentuk biji normal dan kulit bijinya mengkilap dan tidak keriput. Kemudian rendam selama 12 jam dengan air dan larutan BNN Harmony (dosis 30 cc/liter air). Selanjutnya letakkan benih pada kain basah selama 1-2 hari dan semprot 3-5 kali sehari. Namun sehari sebelum benih ditaburkan, media semainya harus disiram air dahulu. Untuk menyemai benih dapat dilakukan dengan menyebarkannya secara merata pada media semai atau bedeng, lalu secara tipis ditutup tanah. Penyapihan dan seleksi bibit dapat dilakukan bila bibit sudah berdaun 1-2 helai. Pada usia 21-30 hari, benih sapihan dapat ditanam di kebun/bedeng.
E. Menanam Bibit di Kebun
Sebelum bibit diambil dari kantung polybag hendaknya dibasahi terlebih dahulu, baru bibitnya dikeluarkan berserta tanahnya dengan cara menyobek kantung polybag. Cara pemindahan bibit dari persemaian dapat dilakukan dengan system cabut. Cara ini diawali dengan menyiram air ke dalam tanah agar akar dapat dilepas, lalu tanam di lubang bedeng (galengan kebun) yang telah disiapkan. Penanaman tersebut juga harus memperhatikan jarak tanaman yakni 60 cm untuk satu barisan.
BAB V “PENCEGAHAN SERTA PEMBERANTASAN PENYAKIT DAN HAMA”
A. Pencegahan Umum Serangan Penyakit dan Hama
Beberapa cara pencegahan:
(1). Secara kultur teknis, yaitu dengan memodifikasi kegiatan pertanian tertentu agar lingkungan pertanian menjadi tidak menguntungkan bagi perkembangan penyakit dan hama, tetapi tidak mengganggu persyaratan pertumbuhan tanaman.
(2). Secara hayati, yaitu dengan cara memanfaatkan musuh-musuh alami seperti predator, parasit, bakteri, jamur, virus, nematode, dan pathogen
(3). Secara kimiawi, yaitu menggunakan pengendali hama bahan kimia beracun (pestisida).
B. Penyakit Tanaman dan Cara Mengatasinya
(1). Antrakosa
Penyebabnya adalah cendawan Gloesporium melongena Ell Halst, yang hidup pada sisa-sisa tanaman sakit, Ia menyebar lewat air, peralatan pertanian, angin, dan serangga. Cara mengatasinya dengan menyemprotkan fungisida
(2). Bercak Daun Coercospora
Penyakit ini disebabkan cendawan Coercospora melongenae, yang membuat daun bercak-bercak kelabu gelap/kecoklatan. Cara pencegahan, menyemprotkan fungisida dan melakukan sanitasi kebun,
(3). Penyakit Busuk Buah
Penyebabnya adalah cendawan Phtopohra nicotianae B de Haan Var, dan Phtopora Palmivora buth yang menyebar lewat benih, dan tanaman inang yang sakit. Menyebabkan buah bercak cokat yang besar dan melekuk serta kebasahan. Cara pencegahan, menyemprotkan fungisida dan melakukan sanitasi kebun.

***

 

My Homework Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template